profil

Senin, 29 Juni 2015

SUMBER ARUS SEARAH DARI PROSES KIMIAWI

SUMBER ARUS SEARAH DARI PROSES KIMIAWI 

  • Elemen Primer 

Elemen primer adalah elemen elektrokimia yang memerlukan pergantian bahan pereaksi setelah sejumlah energi di bebaskan pada rangkaian luarnya. Contohnya yaitu elemen volta, elemen Daniel, elemen Leclanche, dan elemen Weston

  • Elemen Sekunder 

Elemen sekunder adalah elemen elektrokimia yang dapat memperbaharui bahan-bahan pereaksinya dengan jalan dialiri arus listrik searah dari sumber lain yang arahnya berlawanan dengan arah arus listrik yang dihasilkan elemen tersebut. Contoh:

 

ENERGI DAN DAYA LISTRIK 


  • Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Kalor 

Tegangan atau beda potensial didefinisikan sebagai perubahan energi potensial tiap satuan muatan.

 
 Dengan mengingat bahwa V = IR dan q = I.t, maka:

 

  • Daya Listrik

Daya didefinisikan sebagai energi tiap satuan waktu.

 

  •  Hubungan Antara Daya Terpasang Dan Daya Tertera Pada Alat Listrik

 

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH 

Timbulnya arus listrik dalam suatu rangkaian listrik 
Syarat terjadinya arus listrik dalam suatu rangkaian listrik adalah:

  1. Adanya partikel bermuatan listrik sebagai pembawa muatan 
  2. Adanya beda potensial atau tegangan di antara ujung-ujung rangkaian 
  3. Adanya rangkaian tertutup  

Kuat arus adalah jumlah muatan listrik yang mengalir setiap satuan waktu. Secara matematis, dapat di rumuskan sebagai:

 

Kuat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dapat diukur dengan menggunakan amperemeter. Caranya adalah dengan memasang seri alat tersebut terhadap sumber tegangan. Untuk mengukur tegangan dalam suatu rangkaian dapat di gunakan alat yang disebut voltmeter. Caranya adalah dengan memasang paralel alat tersebut terhadap sumber tegangan; yaitu dengan menghubungkan ujung-ujung voltmeter dengan ujung-ujung titik terminal rangkaian.
Hukum Ohm Berdasarkan hasil eksperimen, didapat hubungan antara tegangan (V) dan uat arus (I), yang dapat digambarkan seperti berikut:

 

Bentuk persamaan dari grafik diatas adalah:

V = (tg α) I

Nilai tg α ini ternyata menyatakan besarnya hambatan (R) yang diderita partikel bermuatan listrik dalam pergerakannya. Sehingga diperoleh suatu hubungan:



Yang lebih dikenal sebagai hukum ohm. Hambatan suatu penghantar Besarnya hambatan suatu penghantar, dapat dirumuskan sebagai:



Hukum I kirchoff menyatakan bahwa “ kuat arus yang masuk dalam suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik cabang itu” Perhatikan gambar berikut:

 

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa jumlah aljabar arus yang masuk ketitik cabang dan yang keluar dari titik cabang sama dengan nol. Secara matematis, dapat dirumuskan sebagai:

 

Hukum II Kirchoff menyatakan bahwa “dalam suatu rangkaian tertutup, jumlah aljabar gaya gerak listrik sama dengan jumlah aljabar penurunan potensial”. Secara matematis, dapat dirumuskan sebagai berikut:

 
Dengan ketentuan:
E > 0 ; bila loop bergerak dari kutub negatif ke kutub positif ( pengosongan muatan)
E < 0 ; bila loop bergerak dari kutub positif ke kutub negatif (pengisian muatan)
I > 0 ; bila arah loop searah dengan arah arus
I < 0 ; bila arah loop berlawanan dengan arah arus

nyunyun physics: SIFAT KEMAGNETAN

nyunyun physics: SIFAT KEMAGNETAN: SIFAT KEMAGNETAN SUATU BAHAN  Bahan-bahan dialam ini, dapat digolongkan menjadi 3, yaitu: Bahan ferromagnetik, mempunyai sifat: ditarik...

SIFAT KEMAGNETAN

  • SIFAT KEMAGNETAN SUATU BAHAN 
Bahan-bahan dialam ini, dapat digolongkan menjadi 3, yaitu:
  1. Bahan ferromagnetik, mempunyai sifat: ditarik sangat kuat oleh medan magnetik dan mudah ditembus oleh medan magnetik 
  2. Bahan paramagnetik, mempunyai sifat: ditarik dengan lemah oleh medan magnetik dan dapat ditembus oleh medan magnetik 
  3. Bahan diamagnetik, mempunyai sifat: ditolak dengan lemah oleh medan magnetik dan Sukar, bahkan tidak dapat ditembus oleh medan magnetik 
Sifat ferromagnetik bahan pada umumnya dimiliki oleh bahan itu juka berada dalam fase padat; dalam fase cair, bahan-bahan seperti besi, tembaga dan sebagainya tidak menunjukan sifat ferromagnetik. Bahkan dalam bentuk padat pun, sifat ferromagnetik bisa hilang jika suhunya dinaikkan hingga melebihi suhu Curie; diatas suhu ini, bahan ferromagnetik berubah sifatnya menjadi bahan paramagnetik. Suhu Curie untuk setiap bahan berbeda-beda;


  • KUAT MEDAN MAGNETIK 
 Permeabilitas relatif suatu bahan Permeabilitas relatif suatu bahan dirumuskan sebagai:

 



Harga permeabilitas relatif untuk bahan:
Ferromagnetik: µr >>> 1
Paramagnetik: µr ≈ 1 (sedikit diatas 1)
Diamagnetik: µr < 1
Kuat medan magnetik dalam kumparan dapat diperkuat dengan pemasangan inti ferromagnetik.



untuk bahan ferromagnetik µr >>> 1
B = kuat medan magnet dengan inti besi (ferromagnetik)
B0 = kuat medan magnetik tanpa inti besi (udara)

nyunyun physics: INTERAKSI ELEKTROSTATIK

nyunyun physics: INTERAKSI ELEKTROSTATIK: INTERAKSI ELEKTROSTATIK Jenis-jenis muatan listrik  Benyamin Franklin membagi muatan listrik menjadi dua, yaitu muatan listrik positif d...

INTERAKSI ELEKTROSTATIK

INTERAKSI ELEKTROSTATIK
  • Jenis-jenis muatan listrik 
Benyamin Franklin membagi muatan listrik menjadi dua, yaitu muatan listrik positif dan muatan listrik negatif.
  1. Muatan listrik positif adalah muatan listrik yang sejenis dengan muatan batang kaca yang di gosok kain sutera 
  2. Muatan listrik negatif adalah muatan listrik yang sejenis dengan muatan batang plastik yang digosok rambut 
  • Partikel pembawa muatan listrik 
Partikel pembawa muatan listrik positif adalah proton, sedangkan partikel pembawa muatan listrik negatif adalah elektron.
  • Pengertian benda bermuatan dan benda netral 
  1. Benda bermuatan positif Suatu benda bermuatan positif jika benda itu tersusun dari atom-atom bermuatan positif. Suatu atom bermuatan positif jika jumlah proton lebih besar dari jumlah elektron.
  2. Benda bermuatan negatif Suatu benda bermuatan negatif jika benda itu tersusun dari atom-atom bermuatan negatif. Suatu atom bermuatan negatif jika jumlah elektron lebih besar dari jumlah proton.
  3. Benda netral Suatu benda dikatakan netral jika jumlah proton sama dengan jumlah elektron. 
  • Gaya coulumb antara dua muatan listrik 
Gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua titik bermuatan listrik sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda titik bermuatan tersebut. Secara matematis dirumukan sebagai:


Keterangan:
Jika q1 dan q2 sejenis (+ dengan +, atau – dengan –), maka gayanya berupa gaya tolak-menolak.
Jika q1 dan q2 tidak sejenis (+ dengan –, atau – dengan +), maka gayanya berupa gaya tarik-menarik.
  • Resultan gaya coulumb di suatu titik bermuatan 
Resultan gaya coulumb di suatu titik bermuatan, dirumuskan sebagai:


Keterangan:
q = muatan yang ditinjau
qi = muatan-muatan yang berinteraksi dengan q
ri = jarak masing-masing muatan yang berinteraksi dengan q terhadap muatan q
 tanda (+) dan (-) tergantung pada penentuan tanda untuk arah, bukan pada jenis-jenis muatan yang berinteraksi dengan q.

nyunyun physics: Hukum Gauss, Potensial Listrik, dan Energi Potensi...

nyunyun physics: Hukum Gauss, Potensial Listrik, dan Energi Potensi...: Hukum Gauss, Potensial Listrik, dan Energi Potensial Listrik Hukum Hukum Gauss Gauss Hukum Gauss menyatakan bahwa jumlah seluruh garis ...